The Man with Golden Hair
Judul karya ini merupakan plesetan dari film James Bond, sekaligus permainan makna tentang mitos maskulinitas, kekuasaan, dan figur publik. Dengan memadukan ikon global, simbol budaya Amerika, dan bahasa visual sinema aksi, karya ini menghadirkan satire tentang bagaimana kekuasaan dipentaskan sebagai tontonan.
Dilukis langsung di atas piringan hitam bekas (vinyl record), sosok Donald Trump digambarkan memegang senjata dengan pose khas James Bond—ikon pahlawan modern yang selalu tampil penuh kontrol dan kepercayaan diri. Namun, citra heroik ini dipatahkan oleh detail telinga yang diplester: sebuah penanda rapuh, luka, dan kerentanan yang kontras dengan gestur kekuasaan. Di sinilah ironi bekerja—antara fantasi kekuatan dan kenyataan yang retak.
Karya ini menangkap semangat zaman dengan satire elegan namun menggigit—menertawakan, mengkritik, dan sekaligus merayakan absurditas manusia di tengah politik citra. Diproduksi dalam jumlah terbatas, The Man with Golden Hair menjadi simbol bagaimana seni dapat membongkar mitos kekuasaan melalui humor dan ironi.
Hanh, seniman asal Bali di balik karya ini, dikenal akan kemampuannya memadukan pop art, gaya jalanan, dan ikon budaya. Lulusan Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta ini telah berkarya penuh waktu sejak 2005. Karyanya hadir di berbagai pameran seni di Asia Tenggara, karya yang santai dan humoris adalah ciri khasnya.
- Ukuran: diameter 12 inch
- Material: Acrylic on Vinyl Record ( piringan hitam second)
- Edisi: 20 buah
- Pengemasan: Dikemas dengan aman menggunakan lapisan bubble wrap dan kotak kardus pelindung untuk memastikan karya tiba dalam kondisi sempurna.
** Produk tidak termasuk frame
ℹ️ Catatan Khusus
